Showing posts with label feel insane. Show all posts
Showing posts with label feel insane. Show all posts

Titik Putih? Adakah?

Cahaya..
Menimbulkan kegelapan dalam diri
Menasibihkan ketidakmampuan diri
Angan yang jadi boomerang
Melawan altar ego dalam diri yang kian menggelora

Hitam...
Menerangkan kepasrahan diri
Mencerahkan kegundahan alami yang terbuai akan nafsu neraka
Kelam pekat darah yang hitam suci
Mengukung kebebasan yang semakin bebas terasa

Kelam..
Pekatkan jiwa dalam balutan bau neraka
Membakar raga yang terlilit oleh keputusasaan
Ringkih batin tak seperti raga yang terlihat tegar
Cara yang memudarkan mimpi buruk

Kemurungan
menanti di setiap sudut ruangan jiwa yang nampak
Kekalahan atas diri sendiri
Berdiri di tengah bangkai batin sendiri yang makin membusuk
terkutuk....

Tuhan, aku ingin ..........

Makan Gak Makan Asal Ngumpul? Ketinggalan Zaman?

Sudah lama dan mungkin sudah mengakar di kehidupan masyarakat Indonesia, istilah "makan gak makan asal ngumpul" sudah bersemayam lama dipikiran mereka. Menjadikan sebuah kebersamaan, naik rasa lapar maupun rasa puas.
Gak memandang apa itu table manner yang ada hanya rasa solidaritas tinggi yang dijunjung. Rasa solidaritas itu memang membuat rasa gotong royong menjadi hal yang lumrah bagi beberapa masyarakat, terutama bagi masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai - nilai kearifan lokal.
Apa masih "in" kalo slogan "makan gak makan asal ngumpul" pada saat ini? Itu mejadi jawaban yang relatif bagi tiap - tiap orang. Setiap orang mempunyai interpretasi yang berbeda mengenai hal ini, opini pribadi saya sih mengenai kata ini sudah tidak laku lagi.
Banyak alasan yang mendorong saya bahwa hal tersebut memang sudah layak tidak saat ini. Lihat saja, orang - orang mulai hidup lebih individualistis, dan mengesampingkan hal - hal yang menjunjung tinggi rasa kebersamaan. Kecenderungan yang lain adalah orang - orang lebih sering bekerja sama dalam hal yang bersifat negatif. Untuk hal positif dirasa sangat kurang.
Orang - orang sekarang lebih mementingkan kepentingan pribadi, dan mengendalikan kepentingan orang banyak demi kepentingan pribadi mereka sendiri.

Bayangan (Bukan Bayangan Cermin)

Bayangan...
Jelas sekali, setiap orang dengan tubuh sekecil tikus atau sebesar gajah bakal mempunyai bayangan yang aku selalu bersamanya ketika ada cahaya yang meneranginya. Bayangan yang muncul selalu berwarna gelap jarang sekala ada bayangan seseorang yang memiliki warna yang cerah, meskipun cahaya yang menyinari tubuh orang tersebut berkelap-kelip dan juga berwarna-warni.
Lupakan saja dulu ilmu-ilmu eksak yang telah masuk ke otak, hukum cahaya atau pun sebagainya. Bayangan yang membentuk tubuh kita meskipun tidak secara persis sama, namun yang jelas bayangan itu berwarna gelap, ini mengindikasikan bahwa di setiap benda memiliki sisi gelap.
Ya, sisi gelap ini lah yang kerap terlupakan dan mungkin akan selalu terlupakan.

Semakin Gelap

Kemampuan diri ini hanya memaki
Tanpa kekuatan
Jiwa kerdil, dan kian berkarat kian menjadi
Cacat jiwa semakin terlihat nyata
Lawan besar yang kasat mata
Membutakan batin
dan jiwa ini semakin terpenjara
Kian mendalam
dan lebih kelam
Jatuh terhayut memang sudah suratan
Tapi bukan ini yang diinginkan
Melawan ketidakmampuan diri ini
Sia - sia
Putus Asa
Tak ada harapan yang terpancar
Semuanya telah terkubur dalam jiwa yang berkarat
Menajam sudah luka di jiwa
Luka di raga tak seperti luka di jiwa
Lebih menyedihkan dan merasa terasingkan
Menua namun tak beranjak dari kotak
Tetap konstan dengan keadaan yang sama
Kemuakan dimakan sendiri
Kehancuran sudah menanti atau bahkan sudah dimulai
Tak ada jawab pasti
hanya mungki dan tak mungkin

Semakin dilawan, semakin kuat untuk ditantang
Kerdilkan jiwa dalam batin yang kian terkukung
Tak pernah mengerti jawaban yang dicari
buta akan hidup ini
tapi tidak ingin mengakhiri

Hidup ini terasa sia - sia
Semakin terpuruk dan terlilit
Ketidakmampuanku melawan diriku sendiri
Fuck!
Aku tak pantas.

Aku ini karat yang semakin berkarat
Menimbulkan luka yang mematikan
Tak ada!
Hilang!
Kelam!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Bandung Berisik

Yeah. Here I am. Come back with a lot of stories that I made.
This is it.
headbang

Random, ngisi waktu pas sistem buka tutup jalan

Macet gila di hari ini emang ga bisa diprediksi, tapi udah langganan kalo lagi macet kayak gini. Dan sekarang gue masih kejebak macet  total di Nagrek tanpa tahu apa alasan yang jelas kenapa bisa macet kayak gini. Apa karena orang Indonesia pada kaya raya jadi jalan yang dibikin pada ga muat buat nampung kendaraan yang ada. Atau karena pengaturan jalan yang kurang memadai yang dilakukan oleh pihak yang berwenang. Atau juga bisa karena budaya tidak mau antri, saling sikut menyikut jadi ingin yang terdepan. Entahlah, yang jelas di dalam hal ini saya jadi korban, ga dirugikan amat sih masalahnya hari libur, tapi waktu yang ada jadi terbuang percuma dan panas yang melanda membuat emosi meledak - meledak dan sulit terkendali.
Macet ini mungkin karena libur yang ga jelas itu ya? ah hari libur aja dimasalahin, kalo mau libur atau engga ya terserah atasannya aja lah, dan terserah pribadi masig - masing itu mah. Toh pasti meskipun ga libur, kita masih bisa bolos kerja tak perduli apapun kerjaan kita, kita harus bisa ngambil resiko bila kita bolos kerja.
Pas libur kemaren yang gue denger di berita tuh masalah orba masih jadi primadona jaman sekarang oleh rakyat Indonesia ya. Hhhmmmm menggelitik sih emang, hal ini pasti menimbulkan pro dan kontra, tanpa memihak kubu manapun gue pengen mencoba beragumen ah. Kenapa orba lebih diidolakan? pertama karena waktu orba merintah tuh lebih dari satu dekade, gila aja 32 tahun pak Harto menguasai dan menjalankan pemeritahannya di Indonesia, SBY 2 periode juga belum kelas. Terus lagi, pas waktu pak Harto, para koruptor ga kecium baunya, bukan karena maen rapih atau apa, karena ga ada yang berani ngebongkar. Nah sekarang, kasus korupsi pada dibongkar, jadi ketahuan deh bobroknya pemerintah yang ada, padahal ini uda berlangsung dari zaman dulu kali. Terus lagi pas orba krisis global ga seperti sekarang ini, ya gatau lah yang aslinya kayak gimana. Ini hanya argumen gue aja, ga mihak SBY mau pun siapa pun, gue belum kepala dua jadi gatau arah politik yang bener.
Pindah topik ah, ke gempa aja deh, masalah bencana mah gak ada yang tahu pasti, tapi kita harus waspada aja, gak usah lebay aja nanggepinnya, ga usah terlalu digembar-gemborkan secara berlebih, kalo ngasih info ya ngasih info aja sih, ga usah didramatisir yang hasilnya bikin takut aja, bikin parno hey tipi satu.
Cerita apa lagi ya? ah random aja deh, by the way ini mobil cuma bergerak satu meter aja, dan panasnya sangat menyiksa banget deh, ga kuat sumpah, pengen cepet nyampe dah ini, hebat ya macetnya bisa bikin gue ngepost kayak gini, udah ah mau tidur aja. Dari pada marah - marah ga jelas kawan. Nambahin dosa kalo marah - marah terus mah.
I Love You Indri Rahayu Suryadi ah.

Awan beranak - anak

Awan beranak - anak
Kembali lagi ku deklarasikan puisi
Gelak tawa yang hening mengiringi
Membuat raga sakit menjadi - jadi
Ku lanjutkan lagi puisi ini
Berbeda dengan yang ku awali

Awan beranak - anak
Terngiang saat gelap menyapa
dengan sedikit cahaya di depan mata
Gelak tawa kian riang terbuka
Melupakan hari yang telah gempita

Awan beranak - anak
Menemani hingga kantuk menyapa
Memudarkan pikiran tugas yang ternganga
Berharap keajaiban akan tiba
Membekas sampai melipur lara

Awan beranak - anak
Mengawali pagi dengan sesak yang ada
Detak jantung seakan berhenti memompa
Memejamkan mata demi kesenangan saja
Hingga rasa pun tiada

Lampung is not good place for me.

Lampung is damn hot place that I have visited, I crossed Sunda strait by ship for the first time. It's amazing when I crossed the sea, but no more amazing when I arrived in Lampung. It was damn hot place, and I was sick because of that.
Buat thanks for the memories in there, a lot of funny, silly thing that I made with my friends.
Hey Dadut, Lampung is not in our honeymoon places list.

introducing The Southeast Asian English Olympic

Bangun jam setengah lima dibangunin sama kang Yogi dari tidur nyenyak. Mandi, dan segera berdandan cuek yang seperti biasa setiap hari ditampakan. Pas turun ke lobi Binus Square gua merasa sebagai participants yang ga formal banget pakaiannya, ya tepatnya Hendra, Gelar dan gua yang memakai kaos biasa aja sisanya seperti mahasiswa yang memakai kain berkerah.
Entah kenapa kita semua ga pake jaster, ada apa ya dengan almamater yang kita bela ini? hehehehehe. Ringkasnya kita sampai lah di tempat lomba yaitu di Binus Anggrek. Seperti tahun sebelumnya aja, kita dikasih nasi uduk buat sarapan pagi :) tapi gapapa lah dari pada ga dikasih sarapan sama sekali.

Abis sarapan kita langsung berangkat ke auditoriumnya yang kalo dibandingkan dengan auditorium di FPBS bagaikan bumi dan langit (gua harap kampus gua punya audit kayak gitu). Pembukaan yang begitu megah buat aku yang uda ngerasain bagaimana rasanya jadi OC suatu event lomba kebahasainggrisan. 


Harapn gua AECS yang bakal dipegang sama ESA suatu saat bisa kayak gini bahkan lebih. Amin ya Allah.
ya Tsar AECS taun depan lebih gila dari SEO. Amin... Ga habis pikir gitu, mereka bisa ngadain acara yang begitu besar dan kelihatan lancar dari luarnya. I love it, sepintas gua kepikir tentang kampus gua yang birokerasi nya wuiidih gila kompleks banget lah. segela dipersulit, Mahasiswa dengan status mau mengharumkan nama UPI sendiri masih dipersulit dengan alasan ini itu 
Tapi gua tetep berpikir positif aja sih, kalo emang UPI mau kayak Binus bayarannya juga harus sama, nah UPI bayarannya yang 1 juta lah ambil kasarnya. ah udah ribet ah mikiran gituan, takut di DO. hahahahaha
I get a point that The SEO 2011 is great moment to learn about competion, to learn how we can survive in this global era. ah hidup UPI hidup ESA, hidup memi FAHRIAL pokoknya

3 Presiden di panggil

Tuhan memanggil presiden tiga negara, AS, Cina, dan Indonesia untuk dimarahi. Dari Amerika muncul Barrack Obama. Dari Cina datang Presiden Hu Jintao. Dari Indonesia diutus Sri Mulyani, soalnya SBY lagi - lagi minta diwakili oleh menterinya sebagaimana biasanya kalau mendapat panggilan DPR.

Setelah habis-habisan mencela tindakan pemimpin dunia ini, Tuhan menyampaikan bahwa Ia sudah muak dan memutuskan dalam tiga hari dunia akan kiamat. Tiga pemimpin ini disuruh kembali ke negaranya untuk menyampaikan keputusan Tuhan kepada rakyat mereka masing.

Ketiga pemimpin pulang ke negara masing-masing sambil putar otak, bagaimana menyampaikan kabar buruk ini kepada rakyatnya.

Di depan Kongres Amerika dan disiarkan langsung oleh seluruh stasiun tv, presiden Obama mencoba menyampaikan dengan penuh hati-hati : ‘Congressmen, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu. Tuhan itu benar-benar ada, seperti yang kita yakini. Kabar buruk: Tuhan akan memusnahkan dunia ini dalam tiga hari’. Selesai menyampaikan informasi tersebut, hasilnya payah karena spontan saja terjadi kerusuhan dan penjarahan di mana-mana.

Di depan Kongres Partai Komunis Cina, Hu Jintao memodifikasi taktik Obama, ‘Kamerad, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu ya. Ternyata Marx, Stalin, Ketua Mao, dan para pendahulu kita salah, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar buruk: Tiga hari lagi Tuhan akan mengkiamatkan dunia ini.’.

Hasilnya lumayan, orang-orang Cina lari, heboh dan menangis ketakutan dan membanjiri tempat ibadah, mau bertobat.

Yang paling sukses Sri Mulyani. Setelah mendapat laporan dari Sri Mulyani, pak SBY, di depan sidang paripurna DPR yang disiarkan langsung, tersenyum sumringah. ‘Saudara sebangsa dan setanah air, saya membawa dua kabar baik dari Tuhan melalui ibu Sri Mulyani.

Kabar baik pertama: Sila pertama Pancasila kita sudah benar, Tuhan itu benar-benar ada. Kabar baik kedua: dalam tiga hari semua masalah energi, pangan, kemiskinan, terorisme dan penderitaan di Indonesia akan segera berakhir…’

Sukses besar, seluruh rakyat larut dalam pesta dangdutan dan pawai dimana-mana.

bosan

malam minggu di iringi lagu kek gne...
huft...
eteb amat.....
stuck....
gda yang bisa dilakuin......
males mulai timbul.....
segala gejala 'insane' mulai terasa....
beneran gda yang mampu mengerti.....
gkan pernah tenang