Manis Anak SMA


Akhirnya Manis pun menjadi freshman di sekolah barunya. Tapi, sayangnya dia belum bisa mengenakan putih abu dia masih gagah dengan seragam putih birunya, karena harus mengikuti ospek hari pertama, ospeknya berjalan dengan baik.
Tapi, kejadian yang tidak terduga terjadi pada sore harinya, terjadi gempa yang mengakibatkan tsunami. Hal ini mengakibatkan Manis merasa ketakutan, untungnya saja kejadian yang tidak di inginkan pun tidak terjadi.
Seminggu pun berlalu, akhirnya Manis pun dapat memakai seragam putih abu yang selama ini di mimpikannya. Dia tinggal di kelas yang sangat hangat sekali kekeluargaannya. Kelas Manis sangatlah kompak mulai dari kompak tidak mengerjakan tugas, bolos dan semuanya pasti kompak.
Buktinya saja, waktu peringatan Isra Mi’raj kelas ini laki – lakinya hampir bolos semua, termasuk juga Manis di dalamnya dan hebohnya lagi anak cewek pun ada yang ikutan. Bisa di bayangkan betapa erat sekali tali persaudaraan kelas ini. Base camp tempat kumpul Manis dan semua temannya adalah “Babeh”, tempatnya dekat dengan sekolah lain yang merupakan “musuh bubuyutan” sekolah Manis.
Hampir setiap hari Manis mengunjungi Babeh, di sini Manis ngobrol – ngobrol, melepas penat bersama teman – teman barunya. Di kelas Manis tetap terlihat tetap manis dengan tampangnya yang manis, dan Manis pun mempunyai musuh besar yaitu Fisika, karena dia pernah ketahuan guru waktu nyontek. Guru itu salah paham, bukanlah Manis yang mencontek tetapi si Co’an, teman sebangkunya. Dia non-muslim, sehingga dia sering di olok – olok oleh Manis dan teman – teman lainnya, tetapi itu hanya gurauan saja. Hal itu tidak menyebabkan kelas ini jadi retak, tiap gurauan yang ada bahkan menjadi pelekat persaudaraan di kelas Manis.

No comments: