Showing posts with label #indonesia. Show all posts
Showing posts with label #indonesia. Show all posts

Aku bukan Hawa


Gemercik hujan turun mengantarkan hari menuju kegelapan yang mungkin sebentar lagi akan abadi. Ditemani segelas bir dingin dan asupan nikotin yang masuk ke dalam paru mengiringi hidup ini menuju kematian yang akan datang lebih cepat. Rokok masih di tangan, tanpa ku hisap sedikit pun, hanya menyala untuk menghangatkan kegelapan yang semakin cepat datang menantang. Namun, bir ini dalam sekali tegukan saja sudah raib masuk ke dalam ususku yang kotor. Akhirnya setelah tinggal setengah batang, ku hisap rokok ini perlahan yang disertai dengan dahak yang kelua dari rongga.
Suara Tuhan berseru namun aku enggan untuk menjalankan kewajibanku, aku sudah lupa bagaimana caranya bertemu dengan Tuhan semenjak aku kenal dengan bangku sekolah yang mengajarkan aku betapa tidak berartinya Tuhan pada zaman serba plastik dan monoton ini. Ku telanjangi saja badanku, ku lepas semua yang terpakai, yang tersisa hanyalah BH, dan celana dalam warna merah tua yang lusuh menutupi tempat pencari nafkahku ini. Segera bersiap untuk mandi membasuh wajah yang akan dijual kepada mamalia yang haus akan nafsu, dan juga untuk memuaskan hasratku sendiri yang tak puas hanya dengan seorang saja.
Air dari shower yang mengucur membuat tubuhku bugar namun tidak bisa menghilangkan sisi renta dalam diriku ini, tak lupa aku pakai sebuah sabun yang diiklankan oleh semua media untuk membuat senjataku lebih rapat, namun apa buktinya, tak ada yag bisa membuatnya seperti sedia kala. Siapa yang salah?
Tak lupa ku rias wajahku mengikuti apa yang dikatakan cantik oleh media yang banyak berbohong, aku merasa aku cantik walaupun tanpa alat-alat yang hanya bisa dipakai sesaat dan oleh golonganku saja. Persetan dengan warna kulit, rambut panjang terurai, bibir merah mungil yang menggoda, dan juga bulu mata yang panjangnya lebih dari hidung pinokio. Namun, keadaan yang memaksaku untuk perduli dengan yang namanya cantik, kamu mamalia penuh birahi yang memaksaku untuk memakai topeng yang sebenarnya mampu menjadikan aku bintang iklan.
Ku kenakan, namun masih terlihat ada yang kurang. Aku lupa. Aku masih mengenakan cincin pernikahan yang telah lama membuat hatiku hancur dan gelisah. Ya, cincin inilah yang menjadi penyebab hancurnya masa depanku. Ku lepaskan, tak rela memang, namun itu harus menjadi sebuah keharusan. Ku pakai sepasang high heels untuk membuat tubuhku makin lenjang dan tinggi.
Tok .. tok… tok…
Ternyata sudah ada yang berkunjung, padahal ini waktu masih pagi untuk malam yang ditemani rintik hujan, perkiraan aku salah, ternyata itu adalah pengantar makanan yang siap membuat kolesterolku kambuh dan mempercepat umurku. Tak sadar aku melihat dia birahiku pun mulai memuncak, namun aku tidak tega untuk mengajaknya bersenggama, masih kelihatan polos, lugu dan nampaknya dia juga sama dengan aku sedang mencari apa yang aku sembah selama ini. Apa mungkin dia juga menjadikan uang sebagai Tuhan, bagiku Tuhan yang ada bagi kaum Majusi telah mati. Aku telah diarahkan entah oleh siapa, untuk membunuh Tuhan yang dulu aku percayai kebenarannya, dan menggantinya dengan Tuhan baru yang berwujud begitu banyak, bisa jadi uang, televisi, namun bagiku uang adalah Tuhan yang paling utama, karena aku melakukan persenggamaan ini untuk mendapatkan Tuhan.
Aku masih bisa teringat ketika sesosok lelaki yang mengaku suci dan tak pernah berdosa bahwa hukuman bagiku di akhirat kelak adalah neraka. Sebab itu aku pun membunuh Tuhan tersebut dan menggantikannya dengan Tuhan yang dapat memberikanku surga selamanya.

Aku sudah lama duduk di sofa yang sudah renta ini yang tertancap bunyi retakan ketika aku hendak berdiri, waktu sudah semakin larut, aku mulai kecewa ketika tidak ada yang datang padaku. Aku pasrah, tapi nafsu birahiku sedang memuncak, aku hampir kehilangan kendali, alat pemuas pribadi pun tak ada karena sudah ku tukar dengan minuman yang mampu membuatku terbang melayang, alat itu sudah berada di temanku, ingin mengambilnya, namun aku tak mampu. Nafsu ini terus membakar jiwaku hingga tak sadar ada yang mengetuk pintu.
“Anjing, akhirnya yang aku tunggu-tunggu datang juga ternyata”.
“Sebentar,”
Aku lekas membuka pintu, aku yakin itu adalah tamuku, karena di waktu-waktu seperti yang mengetuk pintu hanyalah laki-laki yang ingin memuaskan nafsunya.
Terkejut, paras mukaku merah membara, nafsu yang ada berubah menjadi rasa marah bercampur dengan takut..
“Sedang apa kamu di sini?”
“Kamu juga sedang apa di sini?”
Tak lama kami pun masuk, menutup pintu dan menguncinya. Nampaknya pertengkaran akan segara aku mulai dengan cepatnya.
“Apa yang kamu lakukan di sini?”
“Aku? Aku hanya mencari dan meminta surga yang tak mungkin ku dapat, lalu kamu?”
“Masih bertanya? Setiap lelaki yang datang ke sini pasti ingin memuaskan nafsu mamalianya”
“Bajingan, lalu kau apakan ibuku?”
“Bajingan? Kita memang bajingan, ibumu yang juga istriku juga bajingan. Surga yang kamu cari juga bajingan.”
Ya lelaki tua renta yang dari mulutnya keluar bau nikotin dan arak local ini adalah ayahku, seorang lelaki yang berharap anaknya menjadi perempuan sempurna, yang tak becus mendidik anak. Ruhku bergejolak, antara amarah dan nafsu birahi yang masih meletup-letup.
“Apakah aku harus melayani kamu yang tua renta ini? Binatang macam apa aku ini?”
“Sudahlah lupakan, aku pun tidak mau mengecap sarimu yang tinggal sisa itu, simpan saja buat yang lain”
“Brengsek”
“Sudah aku bilang kita memang brengsek, ini lah akibat dari Tuhan yang telah mati”
“Mau menyalahkan Tuhan? Masih punya Tuhan?”
“Persetan dengan Tuhan, aku masih bisa menikmati makhluk yang mampu memuaskan nafsu binatangku tanpa bantuan Tuhan, aku pikir kita sama-sama telah membunuh Tuhan”
“Ya sudah, aku pasrah saja pada keputusanmu, bagaimanapun kamu adalah raja bagiku ditempat ini”
“Aku pulang, tidak sudi aku harus menikmatimu, aku akan mencari Ibumu, mungkin dia masih bisa memuaskan aku.”
“Baiklah, kalau begitu bilang padanya, aku lebih baik darinya, dan aku bukan hawa sama seperti dia”
Lelaki tua renta itu keluar dengan nampak marah, aku putuskan untuk tidak menerima pengunjung lagi malam itu, aku lebih baik tidur, aku merasa muak. Harus aku akui, kalau aku ini bukan Hawa karena aku tidak meminjam rusuk siapapun, aku mampu berdiri sendiri, aku mampu menikmatinya dengan berbagai macam laki-laki, bahkan aku mampu mengganti Tuhan.
Ku putar saja Stairway to Heaven untuk menemani tidurku ini, mungkin sekarang aku tidak lagi di surga, aku berada di pinggiran neraka yang siap untuk menerka. Berharap nafsu binatangku dapat terkabul lewat mimpi-mimpi yang biasanya indah menghampiri sampai matahari membakar sisa mimpiku. Pejamkan mata, lupakan semua.

Senin15012012

Semuanya pasti bermula dari bangun, ketika matahari sudah menyapa masih terasa berat untuk beranjak dari teras yang cukup dingin untuk mengambil air wudlu. Mudah untuk orang sehat, tapi ketika tubuh dilanda flu hal tersebut sangatlah susah untuk dilaksanakan.
Sarapan dengan bubur yang sama-sama berbahan dasar beras tidak sanggup untuk memenuhi isi perut ini yang memang selalu lapar di pagi hari. Mandi dengan keadaan yang tertatih dan hidung tersumbat membuat badan susah untuk menjadi bugar.
Pergi ke Bandung setelah itu, menjalani perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 4 jam, ditemani orang-orang yang berdesakan untuk mencapai tujuan masing-masing. Sempat terjadi merger penumpang yang membuat angkutan umum ini menjadi penuh sesak yang tadinya cukup luas untuk sekedar meluruskan kaki orang yang tinggi ini. Di perjalanan juga terjadi hal yang menambah waktu tempuh semakin lama, ban bocor yang di tempat yang lumayan panas, membuat penyakit flu ini semakin terasa bebal menutupi hidung ini untuk bernafas. Ya itulaj yang terjadi diperjalan, sulit untuk bernafas menjadi pengalaman lebih untuk tetap menghargai makna hidup yang ada.
Di Bandung, setelah singgah beberapa menit di kosan, kaki ini langsung saja melangkah menuju kampus untuk bimbingan di kampus yang leading and outstanding ini, dan yang cukup memilukan adalah, ketika Megatron terpampang megah di depan Isola sebagai salah satu media untuk promosi, mengisi formulir harus dilaksanakan secara manual. Kampus lain yang belum mempunyai Megatron pun sudah bisa untuk registrasi secara on-line, entah tahu apa yang salah, sistem nilai secara on-line pun banyak yang salah atau kurang akurat. Ya sudah lah, bersyukur saja masih bisa menikmati bangku kuliah ini dengan manis.
Bimbingan kali ini banyak sekali perubahan yang terjadi, harus ada pas foto, mungkin untuk tabulasi data mahasiswa yang lebih baik di masa yang akan datang. Transkrip nilai masih wajar dan memang dari tahun kemarin juga sudah ada. Alhamdulillah bimbingan pun selesai dengan cukup memuaskan. Lanjut pergi lagi keluar kota, memusingkan otak dan melemahkan raga, namun apa mau dikata, mungkin itulah yang harus aku lakukan. Banyak pelajaran yang bisa aku dapat disana.
Ku tutup hari itu dengan mendengarkan beberapa lagu yang mampu menyejukan pikiran, tak lupa ku telan obat untuk meredakan fluku ini. Karena alasan kesehatan maka kuputuskan untuk tidak begadang seperti biasanya. Sebelum ku tutup mata, tak lupa aku melanjutkan main PES yang sudah ketinggalan zaman.
"Hidup tidak semudah dengan khayalan yang ada"

Before I Die - Rekonstruksi Kematian

Ini dia EP album yang dirilis pada tahun 2011, ini hasil karya barudak Bandung, band yang beralin brutal death metal ini bernama "Before I Die".
Di dalam album ini disajikan kegelapan yang ada pada sisi brutal death metal yang dikeluarkan oleh masing -  masing personil. Di track pertama yang merupakan, kita sudah diajak untuk headbanging, permainan yang cukup rapih boleh saya bilang, kasarnya betotan bass terdengar menghatam bersautan dengan raungan gitar yang membahana. Beralih ke lagu selanjutnya yang berjudul "Sebelum Aku Mati" yang berdurasi 2 menit 58 detik ini, diawali distorsi gitar kasar, dilanjutkan dengan growl yang menghentak seperti tercekik, ini lah ciri khas death metal yang sering didengar, beat and blast drum bersautan, mungkin lebih mirip terinfluence oleh Jasad yang lebih dahulu meramaikan dunia death metal.
Lagu ketiga  yang berjudul "Emosi Jiwa Membara" benar - benar membikin emosi jiwa menjadi membara, bayangkan saja hentakan beat drum yang cepat dipadu dengan gulungan distorsi gitar, ditambah cabikan bass, dan pekiknya growl yang keluar membuat semuanya terasa gila dan muak. Yeah, saya suka beat yang ada di lagu ini. Beralih ke lagu selanjutnya "Pembataian Sang Pendusta" tidak ada yang aneh di lagu ini, karena masih ada dalam pakem brutal death metal yang sebagai mana mestinya. Yang membuat asik untuk headbanging adalah kembali ketukan beat drum yang menggema, namun terdengar sedikit pengaruh dari grindcore di beberapa bagian.
Untuk lagu pamungkas yang berjudul "Reconstruction of Murder" lebih terdengar dan membawa aroma chaos lebih dalam, patut untuk dijadikan sebagai lagu andalan untuk didengarkan, membayangkan kalau circle pit dengan lagu ini mugkin bakal terasa afdol. Untuk album ini mungkin sekian dulu, sampai ketemu lagi di review yang berikutnya. Hails \m/

Kemana Saja? Menulis Lagi

Lama, memang waktu yang tidak sebentar untuk menunggu pencerahan dan memberikan semangat untuk menulis kembali. Entah kemana perginya ide - ide, bahkan kemuakan yang sering menimbulkan pencerahan untuk saya menulis.
Banyak, bahkan mungkin terlalu banyak bagi saya waktu yang terbuang begitu percuma, tak digunakan sebiasanya, pelampiasan yang sangat tidak layak dilakukan oleh seorang mahasiswa semester 5 yang selalu saya lakukan. Tidur, kegiatan yang merupakan tempat terjadinya proses penyembuhan dan perkembangan bagi tubuh manusia, penyumbuhan bagi jiwa saya yang tidak tahu lagi cara apa yang harus saya lakukan guna menghadapi semua yang terjaik, baik, buruk, apa saja. Perkembangan, mungkin sudah tidak terlalu mencolok bagi saya yang sudah mencapai usia kepala dua ini, pertumbuhan apa lagi yang harus dilanjutkan?
Semuanya, keinginan melawan diri yang tak kunjung mampu, rentetan segala yang ada. ah sudahlah.
Kedepannya, mungkin akan lebih rajin lagi. Doakan!

Burgerkill Concert "Venomous Alive"





















Siliwangi Stadium, Bandung
September, 24th 2011
Di acara ini saya kembali turun ke moshpit area dan ikut pogo juga.
Bloody awesome show

Titik Putih? Adakah?

Cahaya..
Menimbulkan kegelapan dalam diri
Menasibihkan ketidakmampuan diri
Angan yang jadi boomerang
Melawan altar ego dalam diri yang kian menggelora

Hitam...
Menerangkan kepasrahan diri
Mencerahkan kegundahan alami yang terbuai akan nafsu neraka
Kelam pekat darah yang hitam suci
Mengukung kebebasan yang semakin bebas terasa

Kelam..
Pekatkan jiwa dalam balutan bau neraka
Membakar raga yang terlilit oleh keputusasaan
Ringkih batin tak seperti raga yang terlihat tegar
Cara yang memudarkan mimpi buruk

Kemurungan
menanti di setiap sudut ruangan jiwa yang nampak
Kekalahan atas diri sendiri
Berdiri di tengah bangkai batin sendiri yang makin membusuk
terkutuk....

Tuhan, aku ingin ..........

Makan Gak Makan Asal Ngumpul? Ketinggalan Zaman?

Sudah lama dan mungkin sudah mengakar di kehidupan masyarakat Indonesia, istilah "makan gak makan asal ngumpul" sudah bersemayam lama dipikiran mereka. Menjadikan sebuah kebersamaan, naik rasa lapar maupun rasa puas.
Gak memandang apa itu table manner yang ada hanya rasa solidaritas tinggi yang dijunjung. Rasa solidaritas itu memang membuat rasa gotong royong menjadi hal yang lumrah bagi beberapa masyarakat, terutama bagi masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai - nilai kearifan lokal.
Apa masih "in" kalo slogan "makan gak makan asal ngumpul" pada saat ini? Itu mejadi jawaban yang relatif bagi tiap - tiap orang. Setiap orang mempunyai interpretasi yang berbeda mengenai hal ini, opini pribadi saya sih mengenai kata ini sudah tidak laku lagi.
Banyak alasan yang mendorong saya bahwa hal tersebut memang sudah layak tidak saat ini. Lihat saja, orang - orang mulai hidup lebih individualistis, dan mengesampingkan hal - hal yang menjunjung tinggi rasa kebersamaan. Kecenderungan yang lain adalah orang - orang lebih sering bekerja sama dalam hal yang bersifat negatif. Untuk hal positif dirasa sangat kurang.
Orang - orang sekarang lebih mementingkan kepentingan pribadi, dan mengendalikan kepentingan orang banyak demi kepentingan pribadi mereka sendiri.

Bayangan (Bukan Bayangan Cermin)

Bayangan...
Jelas sekali, setiap orang dengan tubuh sekecil tikus atau sebesar gajah bakal mempunyai bayangan yang aku selalu bersamanya ketika ada cahaya yang meneranginya. Bayangan yang muncul selalu berwarna gelap jarang sekala ada bayangan seseorang yang memiliki warna yang cerah, meskipun cahaya yang menyinari tubuh orang tersebut berkelap-kelip dan juga berwarna-warni.
Lupakan saja dulu ilmu-ilmu eksak yang telah masuk ke otak, hukum cahaya atau pun sebagainya. Bayangan yang membentuk tubuh kita meskipun tidak secara persis sama, namun yang jelas bayangan itu berwarna gelap, ini mengindikasikan bahwa di setiap benda memiliki sisi gelap.
Ya, sisi gelap ini lah yang kerap terlupakan dan mungkin akan selalu terlupakan.

Semakin Gelap

Kemampuan diri ini hanya memaki
Tanpa kekuatan
Jiwa kerdil, dan kian berkarat kian menjadi
Cacat jiwa semakin terlihat nyata
Lawan besar yang kasat mata
Membutakan batin
dan jiwa ini semakin terpenjara
Kian mendalam
dan lebih kelam
Jatuh terhayut memang sudah suratan
Tapi bukan ini yang diinginkan
Melawan ketidakmampuan diri ini
Sia - sia
Putus Asa
Tak ada harapan yang terpancar
Semuanya telah terkubur dalam jiwa yang berkarat
Menajam sudah luka di jiwa
Luka di raga tak seperti luka di jiwa
Lebih menyedihkan dan merasa terasingkan
Menua namun tak beranjak dari kotak
Tetap konstan dengan keadaan yang sama
Kemuakan dimakan sendiri
Kehancuran sudah menanti atau bahkan sudah dimulai
Tak ada jawab pasti
hanya mungki dan tak mungkin

Semakin dilawan, semakin kuat untuk ditantang
Kerdilkan jiwa dalam batin yang kian terkukung
Tak pernah mengerti jawaban yang dicari
buta akan hidup ini
tapi tidak ingin mengakhiri

Hidup ini terasa sia - sia
Semakin terpuruk dan terlilit
Ketidakmampuanku melawan diriku sendiri
Fuck!
Aku tak pantas.

Aku ini karat yang semakin berkarat
Menimbulkan luka yang mematikan
Tak ada!
Hilang!
Kelam!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

BB 2316

Malam semakin lelap dan menusuk
Tak terlihat bulan menunjukkan pucatnya
Ku kurangi hidup ini
dengan menghabisi si jernih dalam kantong
tanpa menghiraukan masa depan yang tak tentu

Diantar si jernih dan si hitam pekat
mengkamuflasekan kepahitan tersembunyi
butiran yang bisa menimbulkan luka


Berkencan dengan nyala lampu
bercerita,
membuat badan ini mulai kaku dan terpaku
Gundah gulana
tenang namun beriak
kembali menemukan ritme yang sama

Tak tentu arah yang dituju
sempat memutuskan jalan
Lalui dan nikmati

Kelam Mencekam

Ketika sayap tak mampu lagi terbang
Ketika kaki tak mampu lagi menopang
Namun jalan panjang masih membentang
Harus dilalui penuh halang rintang

Suara merdu menyayat memaki
Memanggil isi hati yang mulai sunyi
Membukakan lembaran keji
Yang setiap hari tak henti menari

Kegelapan mulai menghitam
Tangan semakin kuat menggenggam
Masa depan sulit diterkam
Mimpi yang terpancar mulai kelam

Letupan angin kuat memaki
Menusuk luka di sanubari
Mengeluarkan pedihnya mati
Lepas diri dari Ilahi

Semua berteriak, kamu....
kamu....
itu sampah....
Kotoran yang membusukkan mata
Menghilangkan rasa dan membekukan jiwa

Kematian enggan menjemput
Menjalani hidup pun tak terurut
Hidup carut marut
Dosa menunggu maut

E-Fest 2011, akankah?

ya, itulah pengalaman pertama menaiki kapal laut, menyebrangi selat Sunda yang hanya menjadi mimpi - mimpi kecil saya di saat masih kecil. Benar sekali, tahun kemaren mimpi itu memang benar - benar terwujud. Angin apa yang membawa saya pergi ke Lampung? Angin itu beranam scrabble, ya scrabble lah bisa membuat saya "berjalan-jalan". Dengan segala hal yang ada sebagai modal, saya bisa mengikuti Nationwide English Olympic, bahkan sampai mengikuti Souteast Asian English Olympic. Itu lah pengalaman yang mungkin hanya terjadi sekali dalam hidup saya.
Delegasi buat E-Fest tahun kemaren bisa mempersembahkan piala bergilir sebagai Juara umum di gelaran yang diadakan di Unila tersebut. Saya lupa lagi apa aja yang mendapat mendali tapi yang pasti UPI lah juara umum.
Sedikit cerita aja ni, Lampung tuh jauh banget sama Bandung, Lampung panasnya ga ketulungan, sampai - sampai say pun mimisan dibuatnya tak berdaya.

Apakah tahun ini saya ke Lampung lagi atau enggak? Kita lihat aja kepastiannya, saya menulis tulisan ini sambil menunggu hasil seleksi, apakah saya lolos atau tidak. Kita lihat saja. Kangen Lampung meskipun Lampung membuat saya sakit. Yeahhhh

Bandung Berisik part II

Foto  foto yang ada sekarang hasil jepretan dari Om gorgom, kami tidak banyak foto karena terlalu asik untuk terlewatkan hanya dengan foto - foto. karena tujuan saya datang ke acara Bandung Berisik MMXI bukan hanya ingin foto - foto tapi ingin menikmati musik kesukaan kami. Mohon maaf bila kualitas foto rendah, karena dilarang membawa kamera pro ke dalam gigs.











Random, ngisi waktu pas sistem buka tutup jalan

Macet gila di hari ini emang ga bisa diprediksi, tapi udah langganan kalo lagi macet kayak gini. Dan sekarang gue masih kejebak macet  total di Nagrek tanpa tahu apa alasan yang jelas kenapa bisa macet kayak gini. Apa karena orang Indonesia pada kaya raya jadi jalan yang dibikin pada ga muat buat nampung kendaraan yang ada. Atau karena pengaturan jalan yang kurang memadai yang dilakukan oleh pihak yang berwenang. Atau juga bisa karena budaya tidak mau antri, saling sikut menyikut jadi ingin yang terdepan. Entahlah, yang jelas di dalam hal ini saya jadi korban, ga dirugikan amat sih masalahnya hari libur, tapi waktu yang ada jadi terbuang percuma dan panas yang melanda membuat emosi meledak - meledak dan sulit terkendali.
Macet ini mungkin karena libur yang ga jelas itu ya? ah hari libur aja dimasalahin, kalo mau libur atau engga ya terserah atasannya aja lah, dan terserah pribadi masig - masing itu mah. Toh pasti meskipun ga libur, kita masih bisa bolos kerja tak perduli apapun kerjaan kita, kita harus bisa ngambil resiko bila kita bolos kerja.
Pas libur kemaren yang gue denger di berita tuh masalah orba masih jadi primadona jaman sekarang oleh rakyat Indonesia ya. Hhhmmmm menggelitik sih emang, hal ini pasti menimbulkan pro dan kontra, tanpa memihak kubu manapun gue pengen mencoba beragumen ah. Kenapa orba lebih diidolakan? pertama karena waktu orba merintah tuh lebih dari satu dekade, gila aja 32 tahun pak Harto menguasai dan menjalankan pemeritahannya di Indonesia, SBY 2 periode juga belum kelas. Terus lagi, pas waktu pak Harto, para koruptor ga kecium baunya, bukan karena maen rapih atau apa, karena ga ada yang berani ngebongkar. Nah sekarang, kasus korupsi pada dibongkar, jadi ketahuan deh bobroknya pemerintah yang ada, padahal ini uda berlangsung dari zaman dulu kali. Terus lagi pas orba krisis global ga seperti sekarang ini, ya gatau lah yang aslinya kayak gimana. Ini hanya argumen gue aja, ga mihak SBY mau pun siapa pun, gue belum kepala dua jadi gatau arah politik yang bener.
Pindah topik ah, ke gempa aja deh, masalah bencana mah gak ada yang tahu pasti, tapi kita harus waspada aja, gak usah lebay aja nanggepinnya, ga usah terlalu digembar-gemborkan secara berlebih, kalo ngasih info ya ngasih info aja sih, ga usah didramatisir yang hasilnya bikin takut aja, bikin parno hey tipi satu.
Cerita apa lagi ya? ah random aja deh, by the way ini mobil cuma bergerak satu meter aja, dan panasnya sangat menyiksa banget deh, ga kuat sumpah, pengen cepet nyampe dah ini, hebat ya macetnya bisa bikin gue ngepost kayak gini, udah ah mau tidur aja. Dari pada marah - marah ga jelas kawan. Nambahin dosa kalo marah - marah terus mah.
I Love You Indri Rahayu Suryadi ah.

Awan beranak - anak

Awan beranak - anak
Kembali lagi ku deklarasikan puisi
Gelak tawa yang hening mengiringi
Membuat raga sakit menjadi - jadi
Ku lanjutkan lagi puisi ini
Berbeda dengan yang ku awali

Awan beranak - anak
Terngiang saat gelap menyapa
dengan sedikit cahaya di depan mata
Gelak tawa kian riang terbuka
Melupakan hari yang telah gempita

Awan beranak - anak
Menemani hingga kantuk menyapa
Memudarkan pikiran tugas yang ternganga
Berharap keajaiban akan tiba
Membekas sampai melipur lara

Awan beranak - anak
Mengawali pagi dengan sesak yang ada
Detak jantung seakan berhenti memompa
Memejamkan mata demi kesenangan saja
Hingga rasa pun tiada

Before I Sleep

Ya semua yang diciptakan sang penguasa itu pasti berpasangan, gak khawatir kalau kita gak ada pasangan sekarang. Semua pasti ada pasangannya, Nabi Adam a.s. juga dipisahkan selama 2000 tahun dengan Siti Hawa, toh wanita itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki.
Masalahnya sekarang tuh perempuan lebih banyak katanya dari laki-laki, nah tuh gimana. Yang ada dipikiran gue "Emang gue pikirin?" masalahnya kan gue tuh laki-laki jadi gak perlu banyak mikir dah masalah begituan mah. Masalahnya laki-laki kan bisa mempunyai empat istri bila ia mampu, dan hal tersebut didasari oleh niat ibadah bukan karena nafsu semata.
Lurusin ah, di Islam ngebolehin poligami, bukan berarti Islam membolehkan kumpul kebo, poligami yang dibolehkan oleh syari'at Islam bukanlah berdasarkan untuk memuaskan nafsu seks saja. Jangan pula poligami diartikan sebagai sarana pelegalan kumpul kebo lah, Poligami tuh harus didasari sama niat ibadah, bukan nafsu, yang lebih jelas bisa ditanyain ke Ustadz atau orang yang lebih ngerti masalah agama, gue sih masih belajar dan gak berani nyoba poligami kalau emang ga mampu.
Balik lagi ke topik pasang-pasangan kalau mau bukti nyata Tuhan nyiptain semuanya berpasangan, lihat ada siang ada alam, langit dan bumi, malaikat dan iblis, neraka dan surga, semuanya berpasangan. Begitu juga aku dan kamu berpasangan.
Buat yang sekarang jomblo atau baru aja putus dari pacar, santai aja semua ada pasangannya, gak perlu sikut sana sikut sini lah. Yakin kok semua ada jodohnya, Tuhan akan menunjukan kepadamu dengan jalan yang Ia kehendaki, siapa tahu aja jodohmu adalah musuhmu sekarang, atau pacarmu sekarang adalah musuh sejatimu di masa yang akan datang. Apabila kamu mati muda, dan belum menikah, maka Tuhan menjanjikannya di akhirat sana jodoh buat kamu.

Osama is dead. So What?

Pas pertama lihat timeline twitter yang dipenuhi dengan isu bahwa Osama bin Laden meninggal, yang ada dipikran gue waktu itu datar - datar saja, apa sih pentingnya osama buat hidup gue? kenapa mati Osama mesti dirayain oleh seantero umat manusia di dunia? Ya pikiran apatis yang mungkin mewakili pikiran orang lain yang semacam gue ini yang buta akan demokrasi dan kedamaian.
 Masa bodo amat Osama mau mati atau dia masih hidup, karena yang gue percaya sih kalo dia itu juga antek - antek Amerika juga, pencitraan Osama sebagai seorang teroris memang disengaja oleh Amerika dan sekutunya yang selalu mendukung kemajuan Israel. Itu sih faham konspirasi yang gue percaya, terserah kalian mau ikut percaya atau enggak juga, itu hak kalian dan kalian juga punya pikiran yang beda sama gue, ya jelas kita beda otak, beda kepala dan itu indah buat gue kalau banyak perbedaan yang ada antara kita.
Terus lagi yang gue yakini, meskipun Osama telah mati, Amerika dan sekutunya itu ga akan mungkin menarik pasukannya dari daerah Timur Tengah sana. Pasti mereka mempunyai beberapa dalil yang akan memperkuat kedudukan mereka disanalah. Yang gue denger sih mereka akan tetep memerangi kelompok pemberontak yang ada di sana, jadi perdamaian yang mereka agungkan mustahil buat terealisasikan. Karena menurut faham konspirasi yang gue percaya, Amerika di sana tuh bukan mencari teroris atau membuat perdamaian melainkan untuk menguasai ladang - ladang minyak di Arab sana, dan mensukseskan rencana New World Order mereka.
Kalo mau tahu lebih lanjut tentang New World Order, konspirasi 9/11, atau apapun itu tinggal search aja di google atau di apapun lah, gue males nerangin disini, kepanjangan dan lagi males aja kalau nulis lagi. Dan hati - hati kalau mau nyari iman kalian jangan rubah ya, yakin aja sama apa yang kalian yakini itu benar.
Balik lagi deh ke masalah Osama mati. Yang paling mengherankan pikiran gue, kenapa orang pada merayakan kematian seseorang sih? Manusiawi gak sih yang begitu? Kalau kata gue sih enggak, mereka sama saja dengan Osama yang mereka tertawakan. Gak ada bedanya lah, masa orang mati ditertawain. Hebat lah pencitraan yang dilakukan oleh Amerika sehingga menimbulkan rasa benci yang teramat. Pencitra burukan Islam lewat propaganda yang dibuat. Salut lah gue sama konspirasi yang kalian bikin secara rapih. Hey kalian yang mensyukuri matinya Osama, gue mau tanya ada manfaat apa yang kamu dapet? Gak merasa risihkah kalian melihat orang mati malih bersyukur? Mendingan jadi gue aja yang apatis kalo mau kayak gitu caranya. Kalau orang -  orang mensyukuri matinya seorang pembunuh bukannya dia sama juga dengan pembunuha kan? Kurang lebih sama lah kejinya, gak ada bedanya, mau membunuh seberapa banyak orang yang dibunuh oleh pembunuh tersebut, ketika kita mensyukuri kalo pembunuh itu mati, maka kita sama saja. Membunuh ya membunuh gak ada bedanya.
Kenapa kalian gak mikirin gimana nistanya tindakan Amerika, NATO, atau apalah yang sedang berkecamuk di Timur Tengah sana ketika membunuh anak kecil, orang tua, orang tak berdaya lainnya. Itu tindakan yang manusiawi gak sih? Apakah terpikir dibenak kalian hal tersebut. Kita semua keji, kita semua bajingan, kita semua gak manusiawi, kita semua pembunuh dan kita semua teroris.
Tragedi 9/11 yang telah memakan korban di Amerika dan ribuan korban yang jumlahnya berkali-kali lipat dari korban WTC tersebut, ini kah jalan yang dijalankan Amerika buat menegakan demokrasi yang mereka agungkan? Perdamaian diselesaikan dengan cara perang? Perdamaian harus menumbalkan ribuan kepala, harta dan juga kebebasan?
Sekali lagi gue tegasin, gue bukan pro-Amerika atau pro-Osama, gue cuman gak percaya kalo Osama itu memang seorang teroris, yang gue percaya dia itu antek - antek Amerika juga, dan peristiwa 9/11 itu hanyalah rekayasa Amerika buat menginvasi Iraq dan negara - negara Arab lainnya. Pernah lihatkan film Avatar? Nah kurang lebihnya seperti itu proses konspirasinya. Gue gak tau yang sebenarnya, tapi itu nalar pikiran gue, yang tahu yang sebenarnya hanyalah pencipta aku, kamu dan dia.

Potret Pendidikan Indonesia di Dunia Maya

Ya, gambar di atas adalah cerminan pendidikan Indonesia, gambar tersebut adalah gambar yang pertama muncul di google ketika saya ngetik keyword 'pendidikan indonesia'. Bisa kita lihat memang semangat para anak -  anak Indonesia buat belajar sangatlah besar. Tapi lihat apa yang fasilitas yang diberikan? Seperti kandang ayam atau sekolah tempat mereka belajar tersebut? Dana pendidikan yang dialokasikan 20% dari APBN ini hanya mampu mebuat sekolah seperti ini. Korupsi di sana - sini membuat negara ini semakin hancur, gimana sih?
Kemiskinan memang masih melekat erat di rakyat Indonesia membuat akses buat menjalani pendidikan yang layak memang menjadi faktor utama. Pendidikan yang terlalu mahal apakah fasilitas yang diberikan kurang? Ya, pendidikan di Indonesia memang masih dalam proses menuju ke jenjang yang lebih baik. Dimana sekolah yang favorit mematok harga yang melambung tinggi, sehingga secara tidak langsung hal itu membuat bahwa sekolah tersebut menjadi ekslusif. Dan menjadi bangku di sekolah tersebut hanya bisa diduduki oleh kalangan tertentu saja atau dalam kata lain oleh kalangan atas. Sedangkan buat kalangan bahwa, Indonesia menyediakan kelas yang teramat mewah, beratapkan indahnya langit yang dapat merasakan langsung teriknya matahari dan sejuknya  air hujan. Terus juga beralaskan tanah yang sangat menyenangkan.
Selain mereka membutuhkan fasilitas yang lain selain fasilitas, mereka juga membutuhkan tempat bacaan yang layak. Lihatlah gambar di atas, semangat harus difasilitasi dengan layak. Ah, potret ini kebanggaan? atau kemunduran sih.
Tapi yang pasti, pendidikan Indonesia juga mempunyai prestasi yang luar biasa, tulisan ini gak bercerita dengan hasil yang diraih tetapi tulisan ini lebih ditekankan kepada fasilitas yang diberikan kepada rakyatnya sampai hari ini yang bertepatan dengan hari pendidikan nasional ini.
Selamat Hari Pendidikan Nusantara, semoga lebih maju dan maju.

Mahasiswa Rantau di Hari Pendidikan Nasional

Ya, sekarang 2 Mei 2011, apa yang istimewa di hari ini? Katanya hari ini tuh Hari Pendidikan Nasional ya? Kok harus hari ini sih hari pendidikan nasionalnya?
Aneh aja sih kalau kata saya mah, di hari pendidikan nasional ini dosen - dosen jam segini belum kelihatan batang hidungnya sedikitpun di kampus saya tercinta ini. Pada kemana ya mereka? Mungkin lagi melaksanakan upacara gitu ya? Ya postive thinking aja deh, mungkin banyak tugas lain yang lebih penting dari pada tugas utama mereka yaitu MENGAJAR. Seperti yang aku bilang memang aneh, harusnya hari ini tuh jadi pol-polannya mereka mengajar mahasiswa yang kurang ajar kayak saya ini, biar masa depan saya berbinar dan memajukan Nusantara. Mungkin mimpi saya terlalu mengawang - ngawang, tapi mumpung bermimpi masih gratis kenapa tidak mempunyai mimpi yang tinggi?
Kalo kata saya, penting gak penting sih mengadakan upacara atau acara ceremonial lainnya guna memperangati hari pendidikan nasional ini, yang penting sih aplikasinya dilapangan. Buat apa mengadakan acara peringatan segala kal misalkan mahasiswanya ditinggalkan begitu saja, memang menjadi seorang mahasiswa lebih dituntut berkerja mandiri dibandingkan siswa SMA, SMP atau pun SD, tapi masa semua dosen kompakan sih gak hadirnya. Asal tahu aja ya, saya ngetik ini di jurusan loh, dan belum terlihat satu pun dosen yang ada, ya kembali lagi saya dipaksa buat berpikir positif, mungkin aja mereka lagi mengajar di kelas lain karena jam - jam segini tuh memang waktunya kuliah. Asal tahu aja lagi, dosen yang doyan ngasih kerjaan sight translating ini memang jarang masuk dari pas saya semester dua juga,  orang sibuk gitu deh.
Oh iya terus lagi di kampus saya tercinta ini, lagi hangatnya isu - isu kalau biaya masuk kampus ini tuh bakal meningkat 100% buat calon mahasiswa angkatan 2011 nanti, katanya sih, saya gak tahu jelas sih bukannya gak mau ngurusin atau apatis ya, tapi karena ketidak tahuan aja dan kekurang tertarik saya sama badan eksekutif mahasiswa di kampus ini.
Kembali lagi muncul di benak saya, pada kemana sih perangkat yang ada di kampus ini? Tadi saya sama Tsara ke BAAK, mau mengurus masalah proposal AECS yang buat ke Dikti, eh ternyata suasan di sana masih lengang, padahal uda jam 8 lebih loh. Gak tepat waktu sih, emang jam kerja di kampus ini ja berapa sih? Atau memang uda jadi budaya Indonesia ya buat ngaret? Kayaknya rektor kampus ini emang harus diganti sama dosen language in society deh biar yang telat alias ngaret ke kampus ini bisa 'dicarekan' atau 'teu menang asup'.
Akhirnya saya melihat seorang dosen juga  di sini, gak perlu ah disebutin namanya, yang jelas dia perempuan aja. Beres saya nulis post ini, saya dan Tsara akan ke BAAK lagi buat ngurusin proposal yang ke Dikti, doain aja ya  buat siapa aja yang baca ini semoga proposalnya cair dan acaranya sukses dan lancar. Amin

Kutukan kali ya??


Ya mungkin saja kutukan, atau memang mungkin harus kalah. Tapi, itu masa sebuah kebetulan. Ya, kelas aku Dik B 2009 tepatnya, kalah lagi di babak knock-out English Futsal League, dengan musuh dari angkatn 2008, dengan cara adu penalti lagi. Ya semoga aja tahun depan giliran kita yang maju ke semifinal.
Selain itu juga kita kalahnya di penendang terakhir aja, apa ini artinya?
ya terima saja sih mem kalau kalah, jangan mengumbar sumpah serapah, toh kaamu tuh bukan Jose Mourinho yang bermulut besar itu, dan bukan pula si kaki lincah Lionel Messi, berhubung masalah ini berkaitan dengan bola, apa kabar ya PSSI? masih antengkah dengan rusuh dan menambahkan kompleksita di negeri ini. Gatau ah, gua apatis sama PSSI, tapi yang jelas gua dukung Timnas Garuda Merah Putih, lah apapun namanya, sayah dukung 1000% lah pokonamah.
Terus Persib Bandung iraha maen deui sih? nah nah jadi sunda kieu, Yaudah pindah lagi ke bahasa Indonesia, tadi suma code-switching dikit lah, bener ga ya nulisnya?
Semoga lah Persib menang jadi juara ISL. terus AC Milan gimana? Pasti Juara Serie- A tahun inilah, udah pasti jelas itu merupakan suatu kewajiban.
Tapi balik lagi ke masalah futsal, sampai sekarang saya masih bingung kenapa mesti kayak gitu. Ah udahlah, sekarang saatnya mikirin Mini Research, AECS, dan tugas - tugas yang akan segera menggunung dan didaki dengan cara peocrastinator sejati ala @memifahrial HAHAHAHAHAHA
Good night Folks